8 Keutamaan Sholat Dhuha, lengkap dengan Doa, Niat Dhuha

Sholat Sunah dhuha – Sungguh berbahagialah sebagai umat islam yang setiap waktu setiap saat selalu ada amal yang dapt di kerjakan untuk menambah nilai pahala disisi Rabb nya, Dimalam hari ada qiyamul lail, Waktu Isroq ada sholat isroq, waktu dhuha ada sunah dhuha.

Pada bahasan kali ini kita akan mebahas tentang sholat dhuha, sholat sunah ini memiliki banyak keutamaan, maka dari itu sangat dianjurkan bagi semua umat islam untuk tidak meninggalkan sholat dhuha meskipun hanya 2 rekaat.

Diantara banyaknya keutamaan mengerjakan sholat dhuha adalah salah satunya Allah SWT akan mengampuni dosa dosa bagi hambanya yang istiqomah mengerjakan sholat dhuha ini, seperti yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi dan Ibnu Majah menyebutkan bahwa, ” Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

Selain dari itu, yang mengerjakan sholat dhuha, maka tidak termasuk ke dalam golongan orang lalai dalam mencari rahmat Allah.

” Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al Baihaqi dan An Nasai)

Hukum Mengerjakan Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah muakkad, artinya sholat ini sangatlah dianjurkan, sebab selain Rasulullah mengerjakan sholat dhuha beliau juga menjadikan sholat dhuha ini sebagai wasiat:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata,

” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih, Al-Bukhari No. 1981, Muslim No. 721)

Keutamaan Sholat Dhuha

1. sholat Dhuha termasuk sedekah.

Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

2. Balasan Pahala nya seperti Orang mengerjakan Ibadah Haji dan Umroh

Bagi siapa saja yang mengerjakan sholat subuh berjamaah di Masjid dilanjutkan berdzikir maupun membaca Al-Quran sampai waktu setelah syuruq, lalu mengerjakan dhuha 2 rekaat maka orang itu mendapat pahala seperti orang pergi haji dan umroh.

Diriwayatkan Anas bin Malik ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)

3. Termasuk Shalat Awwabin

bagi siapa saja yang rutinmengerjakan sholat dhuha maka sama saja mengerjakan sholat awwabin artinya termasuk sholatnya ahli taubat, dan bagi yang melaksanakan maka akan citatat oleh Allah sebagai ahli taubat juga.

Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“ Tidaklah seseorang menjaga shalat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Sholat dhuha ini adalah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

4. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga

Bagi siapa saja yang rajin mengerjakan sholat dhuha maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

5. Allah Akan mencukupkan Rezeki baginya

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah akan memberikan kecukupan rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang rutin mengerjakan sholat dhuha.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

6. Merupakan Pesan Rasulullah

Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, ” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (HR. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)

7. Dibuatkan pintu surga khusus

Allah buatkan pintu dhuha. ialah pintu khusus bagi hamba Allah SWT yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha, danorang itu disuruh memasuki syurga melalui pintu tersebut.

Kama qola Rasulullah SAW: Dari Abu Hurairah ra,

“sesungguhnya disurga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)

8. Meraih keuntungan yang lebih cepat

Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid . Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:

  • Niat sholat dhuha
  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah Ad-Dhuha
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah As-Syams
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  • Salam
  • Membaca doa sholat dhuha

Doa setelah sholat dhuha

Sebenarnya tidak ada doa doa khusus setelah mengerjakan sholat dhuha ini, namun doa yang paling polpuler dipanjatkan umat Islam ialah :

Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Meskipun bukan berasal dari Nabi, kita boleh saja membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan semua itu baik.

Walupun tidak ada dzikir dan doa khusus , hendaknya sebelum berdoa banyak banyak memuji kepada Allah sebelum berdoa dan bersholawat ke atas Nabi Muhammad SAW.

Demikian penjelasan tentang sholat dhuha semoga bermanfaat dan menjadi amal jariah buat kami.

author